(sumber: bbc.com)
Selama ini sebagian dari kita berfikir bahwa jaringan internet yang masuk ke indonesia berupa wireless atau tanpa kabel. Dalam kenyataan nya jaringan internet yang masuk ke indonesia berupa kabel fiber optic bawah laut. Disepakati ada 217 jalur koridor dan 209 beach main hole dan empat lokasi landing station keluar masuk kabel di perairan Indonesia menurut Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Kebijakan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut sudah disepakati peta yang menjadi acuan. Petanya dibawah ini om,
Foto: Peta Kabel Laut (SubmarineCableMap) Kabel Laut (SubmarineCableMap) |
Selama ini memang jaringan fiber optik bawah laut Indonesia dari Amerika Serikat (AS) harus melalui Singapura sebagai hub. Dalam peta submarine cable map, Singapura memang merupakan hub atau titik tumpu alur kabel bawah laut di kawasan asia tenggara.
Bahkan baru baru ini ada satu perusahaan energi listrik asal Australia yang ingin numpang lewat menggelar kabel ke Singapura melewati wilayah perairan Indonesia. Nahtu, gimanaloh? Nahloh, gimanatuh?
Namanya "Sun Cable" perusahaan kabel Australia yang mau bangun kabel bawah laut dari Australia membangun PLTS lalu disalurkan ke negara Singapura. Kabel bawah laut itu masuk ke teritori Indonesia, dan hanya numpang lewat. Dari segi ekonomi tidak dapat diambil manfaatnya kalau hanya lewat kecuali kalau ada station nya di indonesia. Ya minimal kalo indonesia mampu bisa ikut suplay listik juga ke singapura tuh. Selain dapet pajak kita juga bisa nebeng kabel mereka.
Trus apa nih kesimpulan yang kita dapet? Secanggihnya teknologi tetap harus berdamai dengan alam. Karna kabel yang menentukan koneksi internet kita juga di letakkan di dasar laut. Dan satu lagi yang musti di ingat, meskipun koneksi fiber optic di gunakan sebagai jalur utama penghubung internet antar benua masih ada satu lagi teknologi yang tergolong cukup mahal dan tidak bisa kita bantah yaitu vsat.
Timbul pula pertanyaan. Kalau vsat ada, kenapa tidak di jadikan jalur utama untuk koneksi internet antar benua? jawabanya karna biaya berlangganan nya relatif mahal. Sampai sekarang masih di pakai oleh perusahaan besar, perbankan, juga badan pemerintah. Karna dari segi keamanan vsat tergolong koneksi paling aman.
Apakah kita bisa juga berlangganan vsat? tentu saja bisa. Salah satu penyedia layanan vsat di indonesia yaitu telkomsat. Tetapi sekali lagi, karna mahal nya sewa alat dan mahalnya quota, hanya perusahaan yang memakai layanan ini. Pertambangan misalnya, untuk tetap terhubung dengan layanan internet tanpa tercover layanan dari bts mereka menggunakan layanan vsat sebagai alternatif.
Oke ya, semoga sedikit cerita ini mampu mencerahka yang suram.




